Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
pro rumah

Pusat penjualan LANTAI KAYU

Hubungi Kami
Pusat Lantai Kayu Terbesar dan terlengkap di Indonesia, dapatkan harga langsung Pabrik, Tersedia jasa pasang bergaransi !!!

Diantara 12 Jenis Bentuk Atap Rumah ini Mana Favoritmu ?

Jenis Bentuk Atap Rumah

Bila anda sering memperhatikan rumah-rumah disekitar, tentu dapat di lihat jika bentuk atap rumah itu berbeda-beda. Dan mungkin di sana anda tidak mengenal apa nama atap itu dan apa sih yang menjadi kelebihannya, selain tentu bentuknya yang menarik dan anda kagumi.

Nah, bagi anda yang ingin menggunakan atap rumah yang tidak biasa, sebelum melakukannya, penting untuk kita mengenal apa kelebihan dan kelemahannya terlebih dahulu agar nanti tahu konsekuensi apa yang anda dapatkan ketika memilih jenis bentuk atap rumah itu.

Mari kita mulai...

Ragam Bentuk (desain) Atap Rumah

Jenis Bentuk Atap Rumah
Selain dibedakan dari bentuknya, atap juga dibedakan dari material yang digunakan. Baca Selengkapnya : Mengenal Jenis-jenis Bahan Atap Rumah

1. Desain Atap Rumah Pelana: Kesederhanaan dan Keamanan

Desain atap rumah pelana menjadi pilihan paling populer di Indonesia, dikenal karena keamanan dan kemudahan aplikasinya pada berbagai desain rumah. Atap rumah pelana terbentuk dari dua bidang miring yang bertemu pada satu garis lurus, membentuk apa yang disebut sebagai bumbungan.

Jenis Bentuk Atap Rumah Pelana

Keunggulan utama dari desain atap pelana adalah kemampuannya dalam mendeteksi kebocoran dengan mudah. Selain itu, desain ini memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap radiasi dan panas, membuatnya ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia. Model pelana memiliki kemiringan minimal 30 derajat dan tepi bawah yang dirancang untuk mengalirkan air hujan.

2. Bentuk Atap Rumah Miring: Keindahan Kontemporer

Bentuk atap rumah miring atau sandar menjadi favorit dalam desain rumah bergaya kontemporer, sering digunakan untuk bangunan tambahan seperti selasar atau emperan. Beberapa arsitek bahkan menggabungkan desain atap miring dengan atap pelana untuk menciptakan tampilan yang menarik.

Jenis Bentuk Atap Rumah miring

Desain atap rumah miring biasanya menyatu dengan tembok vertikal pada tepi atasnya. Selain memiliki arsitektur yang atraktif, desain atap rumah ini memiliki keunggulan dalam pengaliran air, mengalirkannya ke satu sisi dengan baik. Dengan kombinasi daya tarik visual dan fungsionalitas, atap rumah miring memberikan sentuhan modern pada tatanan rumah yang lebih tradisional.

Baca juga : Jenis-jenis Genteng Metal yang Harus Kalian Ketahui

3. Model Atap Rumah Minimalis Datar: Simplicity in Style

Salah satu trend atap rumah yang sedang berkembang di Indonesia adalah model atap rumah minimalis datar. Dalam desain yang sederhana ini, atap datar banyak diterapkan pada rumah minimalis, seperti contohnya di Winston Residence.

Jenis Bentuk Atap Rumah datar

Keistimewaan dari atap rumah minimalis ini terletak pada kemudahannya, yang sering digunakan untuk atap teras atau area hijau di puncak rumah. Untuk memastikan air hujan dapat mengalir dengan baik, atap biasanya dibuat miring ke salah satu sisi. Desain atap seperti ini sering diimplementasikan untuk menciptakan ruang yang nyaman, seperti atap teras atau bahkan kebun di atas rumah. Namun, perlu diperhatikan sirkulasi udara agar ruangan di bawah atap tidak terlalu panas.

4. Bentuk Atap Rumah Perisai atau Limas: Modern Artistry

Bentuk atap rumah perisai atau limas merupakan evolusi dari desain atap pelana, terdiri dari dua bidang miring yang membentuk trapesium. Dua bidang atap rumah ini membentuk segitiga siku-siku dengan kemiringan yang serupa.

Jenis Bentuk Atap Rumah datar perisai limas

Atap perisai atau limas menawarkan keunikan dan keindahan dalam desainnya. Dikenal karena tampilan artistik dan modern, atap ini cukup populer dan sering ditemui di Indonesia. Dengan sudut kemiringan sekitar 30 derajat, atap ini tidak hanya memberikan estetika yang menarik, tetapi juga melindungi dinding eksterior dari panasnya sinar matahari dan guyuran air hujan yang deras. Desain ini memberikan sentuhan keseimbangan antara kepraktisan dan keindahan yang memukau.

5. Bentuk Atap Rumah Gergaji

Bentuk atap rumah gergaji menjadi pilihan umum untuk pabrik atau rumah di lingkungan industri. Desain ini terdiri dari dua bidang atap atau lebih, masing-masing dengan sudut kemiringan antara 30 hingga 60 derajat. Sudut kemiringan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruangan di dalamnya.

Jenis Bentuk Atap Rumah datar Gergaji

Sebagai contoh, jika diperlukan penerangan atau ventilasi tambahan, bidang atap dengan kemiringan 60 derajat dapat diubah menjadi posisi vertikal. Desain atap rumah gergaji memberikan perlindungan optimal bagi pekerja dan mesin-mesin pabrik dari paparan langsung sinar matahari.

6. Model Atap Rumah Eropa: Keindahan Mansard yang Unik

Atap rumah Eropa, atau yang dikenal sebagai atap mansard, terdiri dari dua tingkat atap yang memberikan kesan bertingkat. Desain ini melibatkan empat sisi dengan dua lereng pada masing-masing atapnya. Umumnya ditemui di Eropa, atap mansard menekankan nilai estetika yang tinggi.

Jenis Bentuk Atap Rumah datar Mansard

Secara visual, atap rumah mansard tergolong sebagai salah satu yang paling cantik dan unik dibandingkan dengan bentuk atap lainnya. Keunikan desain ini tidak hanya bersifat dekoratif; atap mansard juga menawarkan nilai fungsionalitas. Salah satu fitur menariknya adalah ruang loteng yang membentuk pola semi persegi ke atas, menyediakan tambahan ruang yang dapat menutupi sebagian besar bentuk rumah. Dengan demikian, atap mansard menciptakan harmoni antara keindahan dan kepraktisan.

Baca juga : Pilihan Atap paling Rekomendasi Untuk Area Jemuran

7. Desain Atap Rumah Piramida: Kompleksitas yang Mempesona
Jenis Bentuk Atap Rumah piramida

Desain atap rumah piramida menjadi pilihan menarik yang memancarkan pesona estetika. Meskipun pembuatannya memerlukan perhitungan yang cermat, atap piramida cocok untuk rumah dengan luas tanah terbatas. Model ini terdiri dari lebih dari empat bidang dengan bentuk yang sama, membentuk denah bangunan yang dapat berupa segi empat hingga segi delapan.

8. Saltbox Model Atap Rumah Minimalis
Jenis Bentuk Atap Rumah saltbox

Atap Saltbox, dengan desain minimalis berbentuk persegi atau persegi panjang, menjadi pilihan ideal untuk atap rumah minimalis. Keindahan sederhana atap ini memberikan karakter yang kuat pada struktur rumah, menciptakan kesan elegan dan sesuai dengan estetika arsitektur rumah minimalis modern.

Dengan model atap Saltbox, rumah minimalis dapat menggabungkan simpelnya desain dengan daya tarik yang memukau.

9. Model Atap Bonnet - Elegansi Unik untuk Rumah Minimalis
Jenis Bentuk Atap Rumah bonnet

Atap bonnet, sebagai variasi dari atap mansard dengan bagian atas yang lebih miring dan menutupi lebih banyak bidang, membawa desain yang unik dan elegan untuk rumah minimalis.

Model ini terinspirasi oleh keindahan atap rumah joglo, memberikan sentuhan klasik dan modern pada keseluruhan estetika rumah. Dengan atap bonnet, rumah minimalis dapat memadukan keunikan desain dengan daya tarik arsitektur yang lebih kompleks.

10. Model Atap Gambrel
Jenis Bentuk Atap Rumah gambrel

Atap gambrel, dengan dua kemiringan yang curam di bagian atas dan dua kemiringan yang lebih landai di bagian bawah, menciptakan desain yang umumnya terlihat pada bangunan bergaya kolonial.

Model atap ini memberikan karakter unik pada atap rumah minimalis, menawarkan kombinasi gaya tradisional dan simpel yang sesuai dengan estetika arsitektur modern. Dengan atap gambrel, rumah minimalis dapat memancarkan daya tarik yang elegan dan tetap mempertahankan kesederhanaan desainnya.

11. Model Atap Butterfly menambah Kesan Modern dan Unik
Jenis Bentuk Atap Rumah butterfly

Atap butterfly memiliki dua sayap yang miring ke atas dan bertemu di tengah, menciptakan bentuk seperti sayap kupu-kupu. Desain ini memberikan kesan modern dan unik pada atap rumah minimalis.

12. Model Jerkinhead Roof
Jenis Bentuk Atap Rumah Jerkinhead Roof

Desain kompleks pada bagian atas atap rumah minimalis dapat diatasi dengan jerkinhead roof, memberikan sentuhan kemewahan. Gabungan desain gable dan hip memecah angin secara efektif. Model ini juga memungkinkan penambahan ruang di dalam atau loteng, dengan keunggulan kemiringan yang curam pada setiap sisinya, memastikan air hujan atau salju langsung turun ke tanah.

baca juga : Rangka Atap Kayu Vs Baja Ringan: Ketahanan Sampai Harga

Tips Memilih Bentuk Atap Yang Tepat

Pemilihan jenis bentuk atap terbaik tergantung pada beberapa faktor seperti desain rumah, kondisi iklim, dan preferensi pribadi. Namun setidaknya ada beberapa pertimbangan penting di saat memilih bentuk atap rumah seperti : 

1. Perbandingan Bentuk atap

Atap Pelana:

Desain: Sederhana dan klasik, cocok untuk rumah minimalis dan tradisional.
Kekokohan: Cenderung kokoh dan mudah untuk dipasang.
Penyerapan Panas: Tergantung pada material atap, namun cenderung memberikan isolasi yang baik.

Atap Piramida:

Desain: Unik dan menarik, memberikan tampilan yang mencolok.
Kekokohan: Kuat dan tahan terhadap beban angin.
Penyerapan Panas: Dapat lebih efisien karena tidak memiliki dinding samping yang lebar.

Atap Datar:

Desain: Modern dan sering digunakan untuk bangunan komersial.
Kekokohan: Memerlukan struktur penyangga yang baik, tergantung pada material atap.
Penyerapan Panas: Cenderung lebih panas, tetapi dapat dikontrol dengan pemilihan material atap dan lapisan penahan panas.

Atap Miring:

Desain: Fleksibel, cocok untuk berbagai gaya rumah.
Kekokohan: Bergantung pada kemiringan atap, umumnya cukup kokoh.
Penyerapan Panas: Baik, terutama jika menggunakan material atap yang bersifat pantulan panas.

Atap Mansard:

Desain: Klasik dan elegan, sering ditemui pada bangunan bersejarah.
Kekokohan: Kuat, namun memerlukan perawatan ekstra.
Penyerapan Panas: Bergantung pada material atap, dapat dikendalikan dengan isolasi yang baik.

Atap Gergaji:

Desain: Umumnya digunakan untuk bangunan industri atau komersial.
Kekokohan: Kokoh dan tahan terhadap beban berat.
Penyerapan Panas: Bergantung pada material atap, dapat bervariasi.

2. Kondisi Iklim dan Lingkungan Lokal

Pertimbangkan kondisi iklim tempat Anda tinggal. Apakah daerah tersebut sering hujan, berangin, atau panas terik? Bentuk atap yang tepat akan membantu melindungi rumah dari elemen alam ini. Misalnya, atap miring cocok untuk daerah berhujan tinggi, sementara atap datar mungkin lebih sesuai untuk daerah beriklim kering.

3. Fungsionalitas dan Kebutuhan Ruang Interior

Tentukan fungsionalitas ruang interior yang diinginkan. Bentuk atap dapat mempengaruhi volume ruang di dalam rumah. Atap tinggi dengan kemiringan curam dapat menciptakan ruang loteng yang dapat dimanfaatkan sebagai kamar tidur tambahan atau ruang kerja. Sementara itu, atap datar mungkin lebih cocok untuk atap teras atau ruang rekreasi.

4. Estetika dan Gaya Arsitektur

Pilih bentuk atap yang sesuai dengan gaya arsitektur rumah Anda. Atap yang cocok akan menambah daya tarik visual dan meningkatkan nilai estetika bangunan. Misalnya, atap limas cocok untuk rumah bergaya klasik, sementara atap datar sering digunakan pada rumah modern.

5. Biaya Pemasangan dan Perawatan

Hitung biaya pemasangan dan perawatan. Beberapa bentuk atap mungkin memerlukan struktur penyangga tambahan atau perawatan khusus. Pertimbangkan juga biaya bahan dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Atap yang memerlukan perawatan intensif mungkin tidak cocok untuk Anda yang menginginkan solusi yang rendah perawatan.

6. Regulasi Lokal dan Izin Bangunan

Periksa regulasi lokal dan persyaratan izin bangunan. Beberapa daerah memiliki peraturan yang mengatur jenis atap yang dapat digunakan. Pastikan atap yang Anda pilih memenuhi persyaratan tersebut untuk menghindari masalah hukum di masa depan.


Demikian pembahasan mengenai jenis bentuk atap rumah. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat dan menambah bahan referensi anda tentang pemilihan atap bangunan terbaik.