Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
pro rumah

Pusat penjualan LANTAI KAYU

Hubungi Kami
Pusat Lantai Kayu Terbesar dan terlengkap di Indonesia, dapatkan harga langsung Pabrik, Tersedia jasa pasang bergaransi !!!

Seperti Inilah Karakteristik dan Berbagai Pemanfaatan Kayu Albasia

 

Karakteristik kayu albasia

Karakteristik kayu albasia – Bagi orang awam, mungkin kita tidak bisa membedakan antara satu jenis kayu dengan yang lainnya.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena sebagian besar jenis kayu memang memiliki tampilan fisik yang serupa. Begitu juga dengan kayu albasia yang tampilannya tak berbeda jauh dengan jenis-jenis kayu pada umumnya.

Lantas, bagaimana untuk mengetahui ciri-ciri kayu albasia? Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Karakteristik Kayu Albasia

1. Terdapat Dua Jenis Berbeda

kayu albasia Terdiri dari Dua Jenis Berbeda

Menurut informasi yang didapat, kayu albasia dengan kualitas terbaik itu berasal dari dua jenis pohon yang berbeda, yakni pohon albasia laut dan pohon albasia putih.

Walaupun bernama albasia putih, ternyata warna kulitnya tidak sesuai dengan namanya. Tak cuma itu, kayu albasia putih juga tidak memiliki cabang dengan ukuran panjangnya yang mencapai sekitar 9 meter.

Baca juga: Berikut Daftar Jenis Kayu yang Tahan Terhadap Air

2. Bobotnya yang Ringan

Berdasarkan pernyataan dari para pengrajin kayu, menyebutkan bahwa bobot kayu albasia mempunyai densitas 320 – 640 kg / m2 pada kadar air 15%.

kayu albasia berbobot ringan

Sedangkan struktur kayunya agak padat dengan pola serat yang lurus, agak kasar, namun masih tetap mudah diolah. Bukan hanya itu, bagian teras kayu albasia ini tampil dengan warna kuning mengkilap hingga cokelat, merah, dan gading.

Itu sebabnya, mengapa kayu albasia dapat dilakukan proses finishing dengan menambahkan cat kayu agar tampilannya lebih menarik.

Dibalik bobotnya yang lebih ringan, ternyata tingkat kekuatan dan keawetan kayu albasia ini tidaklah main-main. Hal itu pun terbukti, yang mana tingkat kekuatan dan keawetan kayu albasia ini dikategorikan kedalam jenis kayu kelas III – IV.

Sehingga tak heran jika kayu albasia termasuk kedalam kategori jenis kayu yang awet dan kuat. Namun, tidak semua tipe kayu albasia memiliki kualitas yang sama. 

Kayu albasia itu sendiri akan dibedakan lagi berdasarkan kelasnya, seperti tipe chinensis, weru A, procera, dan lain sebagainya.

3. Tahan Terhadap Serangan Rayap

kayu albasia tahan Terhadap Serangan Rayap

Inilah yang menjadi alasan, mengapa kayu albasia selalu diandalkan untuk kebutuhan furniture. Ya, karena kayu albasia sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap maupun jenis hama serangga pemakan kayu lainnya.

Tak hanya untuk furniture, kayu albasia juga kerap digunakan untuk kebutuhan industri bahan bangunan dan pondasi material. Hal itu bukan tanpa alasan, dikarenakan kriteria kayu albasia yang memang sangat cocok untuk menunjang industri perkayuan.

4. Sifatnya yang Multifungsi

kayu albasia Sifatnya yang Multifungsi

Karakteristik berikutnya dari kayu albasia yang akan dibahas, yakni memiliki sifat multifungsi alias serbaguna. Itu artinya, kayu albasia cocok dijadikan untuk berbagai kebutuhan.

Adapun mengenai mengenai berbagai pemanfaatan kayu albasia, seperti Pembuatan rangka atap rumah, Pembuatan jembatan, Bahan untuk membuat korek api, Pembuatan kapal perahu, Bantalan tiang listrik, Plafon rumah, Furniture, hingga lantai kayu parket.

Asal Usul Pohon Kayu Albasia

Di negara Indonesia, kayu albasia ini lebih dikenal dengan nama kayu sengon. Kabarnya, pohon albasia merupakan jenis tanaman kayu sejenis pohon anggota suku fabaceae. 

Asal Usul Pohon Kayu Albasia

Jenis pohon yang satu ini memang tumbuh subur di beberapa kawasan Asia seperti Indonesia, India, China, dan sebagainya.

Menariknya lagi, durasi pertumbuhan pohon albasia yang tergolong cukup cepat sehingga proses pembudidayaan dan perawatannya relatif lebih mudah serta ekonomis.

Bahkan, ia juga bisa tumbuh dengan baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang memiliki tekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan tingkat kemasaman tanah sekitar pH 6-7.

Sementara ketinggian yang cocok sebagai tempat untuk penanaman pohon albasia berkisar 0 – 800 mdpl. Meski demikian, pohon albasia juga masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 1500 mdpl.

Pada umumnya pohon albasia setidaknya membutuhkan suhu sekitar 18 – 27 derajat celcius, dan batas curah hujan yang minimalnya 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering.

Perihal waktu pembungaan dan pembuahannya, biasanya pohon albasia akan mulai berbunga ketika usianya menginjak 3 tahun mulai dari bulan Maret – Juni dan Oktober – Desember.

Sedangkan masa pembuahannya akan terjadi sepanjang tahun, terlebih di bulan Juli – September.

Ciri Khas Pohon Albasia:

  • Batang pohon albasia memiliki bentuk bulat dan tidak berbanir, sedangkan tinggi batangnya berkisar antara 30 sampai 40 meter dengan diameter mencapai 70 – 80 cm.
  • Kulit luarnya (pepagan) tampak berwarna putih atau kelabu, tidak memiliki alur, dan tidak mengelupas.
  • Tak hanya itu, bagian tajuknya pun tampak yang menyerupai payung dengan rimbun dedaunan yang tidak terlalu lebat.
  • Daun pada pohon alabasia ini tersusun majemuk menyirip ganda, dengan anak daunnya yang berbentuk kecil-kecil dan mudah rontok.
  • Pada setiap polong buahnya terdiri dari 15 – 30 biji, dimana bentuknya menyerupai perisai kecil mirip buah pete atau biji buah sawo.
  • Semakin tua usianya, maka biji tersebut akan berwarna cokelat kehitaman, bertekstur keras, dan berlilin.

Itu dia penjelasan singkat mengenai karakteristik kayu albasia, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.