lantai kayu

Pusat Penjualan Lantai Kayu

Hubungi Kami
Pusat Lantai Kayu Terbesar dan terlengkap di Indonesia, dapatkan harga langsung Pabrik, Tersedia jasa pasang bergaransi !!!
WhatsApp

Ini Bedanya Lantai Kayu Indoor dan Outdoor

Perbedaan Lantai Kayu Indoor Outdoor

Perbedaan Lantai Kayu Indoor Outdoor - Tak hanya sekedar meningkatkan estetika, penggunaan lantai kayu juga dapat meningkatkan kenyamanan bagi penghuni rumah. 

Akan tetapi, lantai kayu umumnya terdiri dari dua tipe yang berbeda, yakni untuk kebutuhan indoor dan outdoor. 

Lantas, apa yang membedakan lantai kayu indoor dengan outdoor? Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasan dibawah ini. 

4 Perbedaan Lantai Kayu Indoor dan Outdoor

1. Nama dan Jenis Kayu yang Digunakan

Lantai kayu indoor biasanya dinamai dengan istilah parket kayu atau flooring kayu, sedangkan lantai kayu outdoor bernama decking. 

Perbedaan Lantai Kayu Indoor Outdoor

Tak hanya berbeda dari segi nama, perbedaan keduanya juga bisa dilihat dari jenis kayu yang digunakan. 

Beberapa jenis kayu yang umumnya digunakan untuk lantai indoor seperti jati dan merbau. 

Ya, lantai kayu jati dan merbau memang dikenal karena daya tahannya yang mumpuni, serta memiliki tampilan visual yang menarik untuk interior. 

Adapun jenis kayu yang digunakan untuk lantai outdoor seperti kayu ulin, bengkirai, keruing, dan merbau. 

Pasalnya, jenis-jenis kayu tersebut terbukti lebih tahan terhadap pengaruh cuaca dan kelembapan sehingga cocok untuk lantai outdoor. 

Baca selengkapnya: Jenis-Jenis Lantai Kayu Berdasarkan Tipe Produk Dan Fungsinya

2. Ketahanan Terhadap Cuaca dan Kelembapan

Sesuai dengan namanya, lantai kayu indoor memang dirancang khusus untuk penggunaan didalam ruangan yang tidak langsung berhadapan dengan cuaca. 

Meski demikian, kelembapan ruangan, kebocoran, maupun tumpahan air tetap harus diperhatikan karena bisa mempengaruhi kondisi lantai kayu. 

Perbedaan Lantai Kayu Indoor Outdoor

Disisi lain, lantai kayu outdoor akan langsung berhadapan dengan paparan sinar matahari, air hujan, dan perubahan suhu dalam jangka panjang. 

Maka dari itu, penggunaan lantai kayu outdoor wajib mempertimbangkan ketahanan alami kayu, kualitas pengeringan, sistem drainase, dan perlindungan tambahan yang sesuai. 

3. Desain dan Tekstur Permukaan

Lantai kayu indoor memang lebih mengedepankan estetika dan kenyamanan saat digunakan. 

Hal ini terlihat dari tekstur permukaannya yang relatif halus, serta pemilihan warna dan pola pemasangan yang bervariasi. 

Perbedaan Lantai Kayu Indoor Outdoor

Mulai dari pemasangan susun bata, lurus, diagonal, herringbone, chevron, hingga mozaik. Varian pola pemasangan tersebut tentunya bisa anda pilih sesuai dengan selera. 

Tak seperti lantai kayu outdoor yang lebih mengutamakan fungsi dan keamanan. 

Decking kayu umumnya memiliki bentuk papan memanjang dengan permukaan halus atau beralur, serta pola pemasangan yang hanya diagonal saja. 

Untuk area teras, taman, maupun tepian kolam renang, tekstur permukaan decking harus dipertimbangkan guna mengurangi licin. 

Baca juga: Begini Cara Menghitung Kebutuhan Decking Kayu untuk Kolam Renang

4. Proses Pemasangan dan Perawatan

Perbedaan lantai kayu indoor dan outdoor berikutnya yang menarik untuk dibahas, yakni dari segi pemasangan dan perawatan. 

Lantai kayu indoor umumnya dipasang pada permukaan dasar yang rata, bersih, kering, stabil, dan tidak terlalu lembab. 

Perbedaan Lantai Kayu Indoor Outdoor

Sistem pemasangannya bisa menggunakan lem khusus, pengunci antar papan, maupun metode lain yang sesuai jenis produknya. 

Tak seperti decking kayu yang harus dipasang pada rangka penopang dengan jarak sesuai agar air bisa mengalir, sekalius menjaga sirkulasi udara di bagian bawahnya. 

Soal perawatan, lantai kayu indoor memang relatif lebih mudah ketimbang outdoor. 

Ya, lantai kayu indoor hanya cukup dibersihkan secara rutin dengan alat-alat sederhana seperti sapu berbulu lembut, pel, dan cairan pembersih khusus. 

Berbeda dengan perawatan lantai kayu outdoor yang meliputi pemeriksaan berkala pada bagian rangka, pengikat, drainase, dan kondisi finishing. 

Pelapisan ulang pada permukaan decking kayu biasanya dilakukan 2-3 tahun sekali untuk mengembalikan tampilan alaminya, sekaligus meningkatkan daya tahannya. 

Nah, itu dia beberapa perebdaan antara lantai kayu indoor dan outdoor, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.