lantai kayu

Pusat Penjualan Lantai Kayu

Hubungi Kami
Pusat Lantai Kayu Terbesar dan terlengkap di Indonesia, dapatkan harga langsung Pabrik, Tersedia jasa pasang bergaransi !!!
WhatsApp

Interior Rumah Bergaya Scandinavian yang Semakin Diminati

Interior rumah scandinavian

Interior rumah scandinavian - Scandinavian merupakan desain interior yang berasal dari Kawasan Nordik seperti Norwegia, Denmark, dan sekitarnya. 

Gaya interior ini selalu mengedepankan unsur kesederhanaan, fungsi, dan kenyamanan. 

Lantas, seperti apakah ciri khas dari interior rumah Scandinavian? Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasannya dibawah ini. 

4 Ciri Khas Interior Rumah Scandinavian

1. Penerapan Material Alami

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa interior rumah Scandinavian selalu didominasi oleh material alami. 

Salah satunya pada lantai kayu dengan warna natural yang khas, seperti lantai kayu merbau. 

Interior rumah scandinavian

Lantai kayu merbau mengusung warna merah kecokelatan dengan serat lurus, sehingga dapat menciptakan kesan kehangatan, alami, dan mewah. 

Artikel terkait: Lantai Kayu Merbau (Spesifikasi dan Harga)

Disisi lain, penerapan material kayu cenderung memperlihatkan tampilan aslinya tanpa banyak finishing secara berlebih. 

Ya, sebab serat kayu yang terlihat jelas justru menjadi daya tariknya tersendiri. 

Tak hanya material kayu, ada juga material alami lainnya seperti linen, wol, hingga kulit yang diaplikasikan untuk menambah tekstur ruangan. 

Contohnya seperti sofa dengan pelapis kain linen, serta karpet berbahan wol yang lembut untuk meningkatkan kenyamanan. 

2. Warna Netral dan Cerah yang Dominan

Interior rumah Scandinavian kerap mengandalkan warna-warna netral seperti putih, krem, abu-abu, atau sedikit sentuhan hitam. 

Warna putih umumnya menjadi dasar utama karena dapat memantulkan cahaya secara maksimal, sehingga ruangan terkesan lebih terang dan luas. 

Interior rumah scandinavian

Penggunaan warna cerah ini tak hanya menyuguhkan kesan bersih, namun juga memberikan suasana yang hangat dan menyenangkan. 

Agar terhindar dari kesan monoton, anda juga bisa menambahkan aksen warna pastel pada furniture lainnya seperti bantal, sofa, atau karpet. 

Melalui perpaduan warna tersebut, tentunya ruangan rumah akan terasa lebih hidup tanpa mengurangi kesan minimalis. 

3. Desain Minimalis dan Fungsional

Tema minimalis pada interior rumah Scandinavian tak hanya seputar tampilannya saja, namun juga berkaitan dengan fungsi. 

Setiap elemen dalam ruangan mempunyai tujuan yang jelas dan tidak ada dekorasi berlebihan. 

Interior rumah scandinavian

Furniture yang diterapkan umumnya memiliki desain simpel dengan garis-garis bersih serta bentuk yang tidak rumit. 

Tak hanya itu, furniture multifungsi juga menjadi solusi utama untuk memaksimalkan ruang. 

Contohnya seperti meja dengan laci penyimpanan, atau tempat tidur dengan ruang penyimpanan di bagian bawah. 

Sehingga hal ini sangat ideal untuk rumah dengan ukuran yang terbatas, karena bisa menjaga ruangan tetap rapi dan terorganisir. 

Adapun penataan ruanganya cenderung terbuka dan tidak banyak sekat, yang bertujuan untuk menciptakan kesan lega sekaligus nyaman. 

Baca juga: Desain Rumah Split Level

4. Jendela Berukuran Besar

Untuk memaksimalkan pencahayaan alami di siang hari, rumah Scandinavian memiliki jendela berukuran besar tanpa banyak penutup. 

Meski demikian, ada juga sebagian yang menggunakan tirai tipis agar cahaya bisa tetap masuk tanpa mengurangi estetika. 

Interior rumah scandinavian

Disisi lain, cermin juga kerap diaplikasikan untuk membantu memantulkan cahaya agar ruangan terasa lebih terang. 

Pada pencahayaan buatan, umumnya menggunakan lampu dengan desain sederhana namun tetap berestetika. 

Seperti lampu gantung, lampu meja, hingga lampu lantai yang dipilih dalam bentuk minimalis dengan warna netral. 

Cahaya yang dihasilkannya cenderung hangat untuk menciptakan kesan nyaman dan romantis di malam hari. 

Nah, itu dia beberapa ciri khas dari interior rumah Scandinavian, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan referensi saat hendak membangun maupun merenovasi hunian.